|
||||||
Sembalun Society for Social Development
| Membangkitkan kembali kejayaan sembalun |
Siapa yang tidak mengenal kawasan Sembalun yang terletak di kawasan Gunung Rinjani Lombok Timur (Lotim)? Kawasan ini menyimpan segudang potensi yang bisa dikembangkan, seperti pertanian, peternakan, perkebunan hingga pariwisata. Sayangnya, potensi yang ada ini masih belum dikelola secara optimal, sehingga belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat. Kenapa?
Belasan tahun lalu, kawasan Sembalun merupakan derah penghasil bawang merah dan bawang putih dengan kualitas terbaik di NTB. Bahkan, bawang putih dan bawang merah dari Semabalun ini mempu menembus pasar luar daerah. Namun, kejayaan itu kini tinggal kenangan. Meski, dibeberapa tempat, sejumlah petani menanam bawang putih dan bawang merah, namun produksinya belum mampu mengembalikan citra Sembalun sebagai daerah penghasil bawang putih dan bawang merah terbaik. Kini, petani Sembalun lebih memilih menananm padi, kentang, kol, pisang, stroberi dan tanahamn lainnya. Samidi, salah seorang petani yang ditemui di Sembalun, mengakui sebagian besar tanaman yang dihasilkan dari Sembalun tersebut dijual ke sejumlah pasar di Lotim, Loteng, Kota Mataram, luar daerah dan bahkan ada yang diekspor. Diakuinya, pendapatan petani Sembalun tidak seperti belasan tahun lalu. Dimana, katanya saat itu petani mampu menanam berbagai jenis tanaman yang bernilai jual tinggi. Namun, karena permodalan dan dampak krisis moneter tahun 1997 lalu membuat pendapatan mereka merosot. Ditambah lagi, investor yang ada dan menguasai lahan justrun menelantarkan lahannya.
Meski demikia, katanya, pihaknya tidak semata mengandalkan investor dalam berusaha. Atas inisiatif untuk bangkit dari keterpurukan, maka petani di Sembalun mulai menananam tanaman yang menghasilkan nilai jual yang tinggi. “Sebagai contoh, harga buah kentang perkilogram disisni Rp. 6000. Kalau sudah di kirim ke luar Sembalun harganya natara 8000 hingga 9000 perkilogram. Belum lagi, tanaman lainnya,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Bupati Lotim H. Sukiman Azmi, saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan wartawan Indonesia (PWI) NTB di Sembalun. Sabtu (21/2) malam lalu. Bupati mengakui, Sembalun memiliki banyak potensi yang masih terpendam. Sayangnya, potensi tersebut masih belum dikelola secara optima, karena belum ada investor yang tertarik menananmkan investasi di lereng Gunung Rinjani itu. Beberapa tahun lalu, ungkapnya, Sembalun merupakan kawasan yang sangat menjanjikan dengan banyak potensi di dalamnya. Bahkan katanya, dalam setahun dari kawasan sembalun saja yang pergi menunaikan ibadah Haji ke tanah suci Makkah hanya sebanyak 100 orang. Kondisi ini, ujarnya, menggambarkan bagiamana kesejahteraan masyarakat Sembalun dengan potensi yang dimiliki. “Bahkan, putaran uangSampurna Agro. Masalah lain yang menjadi persoalan di Sembalun, katanya, yakni areal pertanian yang tidak lagi produktif. Dimana, areal pertanian yang dulunya subur, tidak lagi mampu menghasilkan dengan baik, karena dipenuhi pasir dan batu sisa banjir bandang yang melanda Sembalun beberapa waktu lalu. Tak heran, kata manta Dandim Loti mini, banyak warga Sembalun beralih profesi menajdi TKI atau profesi lainnya. Suara NTB, Selasa 24 Februari 2009 Sumber: http://www.visitlomboksumbawa.net/index.php/berita/16-membangkitkan-kembali-kejayaan-sembalun-1
|
|
||||||






![]() | Today | 2 |
![]() | Yesterday | 25 |
![]() | This week | 160 |
![]() | Last week | 230 |
![]() | This month | 941 |
![]() | Last month | 1256 |
![]() | All days | 21064 |